Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Sajak Rindu

AKAN KUCIPTAKAN SISA-SISA RINDU MENJADI TIDAK SIA-SIA Mari mencobanya! Aku pun sedang mencobanya Menjaga rindu hanya untuk Rabbku Menjadikan malam dan siang untuk selalu ingin bertemu Menggantikan resah dan gelisah dengan ibadah Menggantikan duka dan lara menjadi guru yang bijaksana Mari merindu Tuhan kita! Bukan kita yang saling merindu manusia Bukan kita yang resah dan gelisah ingin bertemu manusia Rindu akan sangat menyakitkan, jika ditujukan pada sesama hamba Namun, rindu akan sangat istimewa dan menenangkan, jika ditujukan pada Tuhan Semesta Alam, Pemilik sejatinya cinta Dialah yang pantas kita rindu Dialah yang pantas mendapat perhatian kita Dialah yang layak kita pikirkan siang dan malam Dialah yang layak kita jadikan pengharapan Dialah, Tuhan Pemilik Hati Setiap Manusia

Sajak

Iya. Dan kadang, pura-pura baik itu lebih baik, daripada mengungkapkan rindu kepada yang entah siapa. Daripada mencari alasan yang bahkan tak ada masalah sama sekali, padahal hanya ingin menyapa dan disapa. Daripada bertanya2 tentang dia kepada dirinya, padahal hanya ingin memastikan dia sedang tidak dengan siapa2. Apa itu perlu? Padahal diri kita tak pantas. Sungguh tak pantas. Apalagi mengatur hidup orang, mengklaim dirinya hanya untuk kita. Apa itu perlu? Sedang semua sandaran hati sudah jelas akan berlabuh pada Sang Pencipta.

Kumpulan Sajak

RUANG Ruang yang tercipta untuk berdua Di pojok-pojok waktu yang berbatas Mengizinkan aku dan kamu ada di sana Awalnya kupikir hanya kita berdua Tapi nyatanya tidak Ada orang lain di sana Ada yang lebih dulu, hingga aku harus menunggu Ada yang menunggu, hingga aku harus lekas2 pergi Bergantian Ruang Aku tidak tau kalau kalau ruang itu sempit Hingga aku pernah sesak napas Aku memilih keluar mencari udara segar Dan aku tak tau Apa kau juga ingin keluar Atau memilih bertahan ANEH Di suatu waktu Pasti kita pernah merasa aneh Betapa hal2 aneh itu muncul setelah pertemuan kita dengan seseorang Kita takkan mengerti sebabnya Seakan ada batas yang harus kita jaga Pernahkah? Kau ingin menyapa tapi wibawanya membuat kita urung Kau ingin berkata tapi yang keluar hanya senyum Kau ingin bertanya tapi senyumnya menjawab semuanya Pernahkah? Di suatu pagi kau ingin mengucapkan selamat pagi Tapi yang ada hanya kau gagal Dan kau hanya diam Kau ingin berkabar Tapi melihat perjalanan...

Kumpulan Sajak

PUKUL ENAM TIGA PULUH Kau menuntaskan panggilan Secepat kilat menghilang Kau hantu? Bait ini tentangmu Tapi kau tak perlu tau Sulit dan rumit Biarlah petir menggelegar saat hujan Biarlah hujan itu menggambarkan peluhku Biarlah kuterima jalan tentang Rabbku Tanpa-Nya Aku mati rasa PAGI YANG PAHIT Kutanya kabar terang Di pagi kesekian kali ia membeku Haruskah aku menemuinya? Langit terang Bumi terang Ada aku di sana Kupinta datang hujan Hujan datang Teduh namun dingin Betapa bingungnya pemahaman ini Betapa rumitnya yang harus kumengerti Betapa selalu ada lembaran kosong yang dibiarkan begitu saja Aku tak cukup mengerti BELUM BERAKHIR Pernahkan ketika kau sudah berjalan sejauh mungkin tapi tiba2 kau disuruh kembali lagi, mengulang perjalanan dari awal? Pernahkan ketika kau sudah naik ke puncak gunung dengan perjuangan, lalu kau disuruh untuk lekas2 turun karena mungkin ada bahaya? Pernahkan ketika kau sudah mulai sembuh dari luka, lalu ada yang ...

Puisi

SAWAH PAGI Berjalan dijalan setapak Menghirup udara khas sawah Disana ku lihat Padi padi tumbuh dengan subur Memancarkan hijau yang indah Ditambah sinar matahari Beginilah suasana alam saat pagi di sawah Memanjakan mata dengan pemandangan yang indah.. Terus menatap terpaku seolah tak pernah lelah Selalu segar terbasuh sejuknya udara sawah.. Gubuk gubuk mulai terisi Terisi dengan bekal para petani Yang sudah siap untuk menggarap hamparan padi Perlahan tapi pasti Mereka selesaikan tugas Dari petik hingga tanam

Cerpen

MENTARI TERAKHIR SEKOLAH DASAR             Waktu begitu cepat berlalu, ternyata 6 tahun sudah aku menempuh pendidikan tingkat dasar di Madrasah Ibtidaiyah Ar-Rahman Pondok Cina Beji Depok. Begitu banyak kenangan di sekolah itu, begitu banyak pelajaran yang aku dapat dari sekolah itu. Dari sekolah itu, aku bertemu banyak teman, belajar saling mengerti antar sesama teman, dan belajar bersabar dari para guru.             Perkenalan aku, sebut saja namaku Melati. Aku hanyalah anak dari seorang buruh. Hidupku sederhana, namun bahagia. Kulitku sawo matang, tinggi badanku hanya sekitar 140 cm, wajahku bulat, kata orang senyumku manis tapi menurutku senyumku biasa saja. Kata orang, sikapku sangat ramah sehingga aku sangat mudah mendapatkan teman baru. Aku anak kedua dari tiga bersaudara, kakakku perempuan. Dia cantik, putih, namun sedikit judes. Adikku laki-laki, dia tampan, ...

Makalah Qada dan Qadar

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “ IMAN KEPADA QADA DAN QADAR ” Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian IMAN KEPADA QADA DAN QADAR atau yang lebih khususnya membahas penerapan, IMAN KEPADA QADA DAN QADAR karakteristik sertas perspektif dalam islam Diharapkan Makalah ini dapat memberikaninformasi kepada kita semua tentang IMAN KEPADA QADA DAN QADAR . Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasameridhai segala usaha kita. Aamiin Jakarta, Februari 2018 ...