Kumpulan Sajak
PUKUL ENAM TIGA PULUH
Kau menuntaskan panggilan
Secepat kilat menghilang
Kau hantu?
Secepat kilat menghilang
Kau hantu?
Bait ini tentangmu
Tapi kau tak perlu tau
Sulit dan rumit
Tapi kau tak perlu tau
Sulit dan rumit
Biarlah petir menggelegar saat hujan
Biarlah hujan itu menggambarkan peluhku
Biarlah kuterima jalan tentang Rabbku
Tanpa-Nya
Aku mati rasa
Biarlah hujan itu menggambarkan peluhku
Biarlah kuterima jalan tentang Rabbku
Tanpa-Nya
Aku mati rasa
PAGI YANG PAHIT
Kutanya kabar terang
Di pagi kesekian kali ia membeku
Haruskah aku menemuinya?
Di pagi kesekian kali ia membeku
Haruskah aku menemuinya?
Langit terang
Bumi terang
Ada aku di sana
Bumi terang
Ada aku di sana
Kupinta datang hujan
Hujan datang
Teduh namun dingin
Hujan datang
Teduh namun dingin
Betapa bingungnya pemahaman ini
Betapa rumitnya yang harus kumengerti
Betapa selalu ada lembaran kosong yang dibiarkan begitu saja
Betapa rumitnya yang harus kumengerti
Betapa selalu ada lembaran kosong yang dibiarkan begitu saja
Aku tak cukup mengerti
BELUM BERAKHIR
Pernahkan ketika kau sudah berjalan sejauh mungkin tapi tiba2 kau disuruh kembali lagi, mengulang perjalanan dari awal?
Pernahkan ketika kau sudah naik ke puncak gunung dengan perjuangan, lalu kau disuruh untuk lekas2 turun karena mungkin ada bahaya?
Pernahkan ketika kau sudah mulai sembuh dari luka, lalu ada yang tiba2 mengembalikan luka itu tanpa sepengetahuanmu?
Pernahkah kau berpikir bahwa lebih baik berhenti saja, lebih baik pasrah saja, lebih baik mengalah saja, karena kaurasa kau tak cukup kuat?
Pernahkan kau berpikiran seperti itu, hah?
(Kadang kita tak perlu menahan apa yang kita pikirkan, tentang kemungkinan2 dan kenyataan, kita hanya perlu menuntaskan sebersih-bersihnya pemikiran itu. Dan lalu, membuat pemikiran baru yang lebih menakjubkan. Bukankah itu lebih baik?)
Komentar
Posting Komentar